News
Transformasi Skrining Tuberkulosis dengan Teleradiologi dan AI
Ringkasan Eksekutif
Menurut WHO Global TB Report 2020, Indonesia memiliki jumlah kasus Tuberkulosis tertinggi kedua di dunia. Underreporting, akses diagnostik yang terbatas, serta kekurangan radiolog yang serius terus menghambat kemajuan, menyebabkan keterlambatan panjang—sekitar 65 hari menuju diagnosis dan 65 hari menuju pengobatan.
Untuk mengatasi hambatan struktural ini, inisiatif ini mengoperasikan bus rontgen keliling (mobile X-ray) yang terintegrasi dengan platform digital yang aman serta analisis berbasis AI, sehingga layanan skrining TB dapat dilakukan dengan cepat dan mudah diakses langsung oleh masyarakat.
Alur kerja end-to-end meliputi:
✓ Pendaftaran peserta yang mudah (melalui media sosial, poster, atau pendaftaran langsung)
✓ Skrining X-ray dada berbasis mobil
✓ Alur kerja pencitraan berbasis cloud yang aman dengan akses terpusat
✓ Analisis pendahuluan berbantuan AI
✓ Verifikasi temuan AI oleh dokter
✓ Hasil di hari yang sama melalui WhatsApp dan cetakan ber-QR Code
Dalam dua fase skrining selama masing-masing lima hari di dua rumah sakit, proyek ini melakukan skrining pada 1.000 peserta, mengidentifikasi 95 individu yang memerlukan pemeriksaan patologi lanjutan, dan mengonfirmasi 16 kasus TB positif. Waktu penyampaian laporan mencapai 18 menit—perbaikan signifikan dibandingkan dengan keterlambatan diagnosis yang masih menjadi tantangan besar dalam layanan TB di Indonesia.
Baca White Paper Selengkapnya:
https://indd.adobe.com/view/1738a809-fc78-4a80-a726-2374a8cb9e6a